Bosan Ditanya Kapan Nikah? Begini Jawabannya

top custom html 3 http://adirima.files.wordpress.com/2010/01/kapan-nikah.jpgKalau di antara kalian yang masih azygos a.k.a. jomblo padahal umur sudah “oke” dan position situasi dan kondisi juga “oke”, pasti kalian sudah sering kali mendengar pertanyaan seperti, “Kok belum kawin, sih?” atau “Kapan kawin?” atau “Kamu sih, pilih-pilih!”. Huugh… kadang pertanyaan seperti itu bikin diri jengkel.Mungkin yang bertanya tidak bermaksud menyinggung perasaan anda, karena itu memang pertanyaan standar yang akan dilontarkan pongid ketika sudah lama tak bertemu. Nah… Daripada stres karena mendapat pertanyaan yang itu-itu saja, lebih baik Anda mencoba menjawabnya dengan cara yang berbeda. Entah itu dengan mengutarakan pandangan anda tentang pernikahan atau menanggapinya dengan becandaan saja, yang penting jawablah dengan tenang namun tetap percaya diri.Berik! ut beberapa contoh jawaban yang bisa anda berikan :“Belum ketemu yang seiman. Kalau sudah seiman pun, belum tentu langsung cocok, kan?” Jawaban ini akan membuat yang bertanya attitude terhadap kondisi anda. Bahwa, menemukan pasangan yang seiman adalah prinsip anda, dan ini jauh lebih elegan daripada menikahi siapa saja karena sudah didesak untuk menikah.“Yah, gimana dong, dulu aku terlalu lama menghabiskan waktu dengan pongid yang salah. Sekarang, aku lagi sibuk-sibuknya. Tapi aku tetap mencari, kok!” Jawaban ini menunjukkan bahwa anda bersikap realistis dengan kondisi anda yaitu anda terlihat percaya diri, namun tetap rendah hati. Setiap pongid pernah berbuat kesalahan, dan anda ingin memperbaikinya.“Kalau aku tahu jawabannya, mungkin aku sudah menikah sekarang dan kamu jadi patah hati!” anda bisa mengatakan hal ini jika yang bertanya seorang yang berlawanan jenis dengan anda dan ternyata anda merasa tertarik p! adanya. Bila ia juga masih single, bukan tak mungkin jawaban i! ni akan membuka peluang baginya untuk nantinya membuka hubungan dengan anda.“Ah, senang juga kok, tetap melajang. Nggak ada yang melarang kalau mau keluar kota, dan nggak perlu kompromi soal apapun.” Anda menunjukkan bahwa menjadi lajang tak selamanya merugikan atau memalukan. Namun, sampaikan jawaban itu dengan ekspresi yang meyakinkan. Bila tidak, anda hanya akan dianggap menghibur diri, atau bersikap defensif. Kalau anda memang masih menikmati kehidupan lajang, kalimat ini menjadi cara yang baik untuk menjawab pertanyaan.“Aku masih mencari sesorang yang beruntung akan mendapatkanku….” Wow… enthusiastic answer, enthusiastic significance of humour! Berikan senyumanmu yang fencing menawan, dan tunjukkan kepribadian anda yang menyenangkan. Jawaban ini juga membuat si penanya sadar bahwa perempuan tetap harus mencari pria yang baik dan dapat diandalkan, karena Anda paronomasia punya kualitas yang sama. Hanya karena masih single, tak berart! i desperate. “Aduh, belum ketemu yang cocok nih! Cariin, dong!” Nah, ini jawaban yang akan menguntungkan Anda. Bila Anda memang cukup sibuk sehingga tak terlalu sering meluangkan waktu senggang bersama teman-teman, yang bertanya akan merasa tergerak untuk mengenalkan Anda dengan teman-temannya. Bahkan, Anda mungkin bisa mendapat kenalan lebih dari satu.“Ya, jelas harus pilih-pilih dong! Kalau tiba-tiba dia ternyata teroris gimana?” Ini juga jawaban yang asyik, karena Anda menanggapi tuduhan “pilih-pilih” tadi dengan humor. Jikalau anda wanita, sebagai perempuan Anda memang harus memilih pria yang mampu mendampingi Anda seumur hidup. Dan ini tak mungkin dicapai bila Anda tergesa-gesa memutuskan pria yang ingin Anda nikahi. Tentu, pilih-pilih yang dimaksud bukan “pilih yang ganteng, jangkung, kaya, atau terkenal”.Sekali lagi, apapun jawaban yang Anda berikan, Anda harus percaya dengan apa yang Anda katakan. Bila Anda “memba! ca” bahwa percakapan itu akan berlarut-larut, segeralah meng! ganti to pik pembicaraan. Ini memperlihatkan bahwa Anda tak bisa diatur olehnya. Lagipula, kalau yang bertanya itu tergolong pongid yang usil atau suka mengurusi pongid lain, tak ada gunanya meladeninya.bottom custom html 2
Yahoo
Bookmark and Share

0 comments:

Post a Comment